TAKSONOMI BLOOM
Bloom mengemukakan
(Russeffendi, 2006) bahwa ‘aspek kognitif
dalam tingkatan berpikir secara hierarki (urutan yang paling mudah ke yang
sukar) adalah pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), aplikasi
(application), analisis (analysis), sintesis (synthesis) dan evaluasi
(evaluation)’. Selanjutnya tingkatan tersebut disebut C1, C2, C3, C4, C5,
C6. Untuk berpikir tingkat rendah tingkat yang diperlukan hanya pengetahuan dan
pemahaman (C1, C2, dan C3) dan untuk berpikir tingkat tingi meliputi asepk
analisis sintesis dan evaluasi (C4, C5 dan C6).
A. Berpikir
Tingkat Rendah (Low Level Thinking)
1.
Pengetahuan (knowledge)
“Aspek pengetahuan menekankan pada proses mental
dalam mengingat dan mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah siswa
peroleh secara tepat sesuai dengan apa yang telah mereka peroleh sebelumnya” (Suherman, dkk., 2001). Informasi-informasi
yang dimaksud disini berkaitan dengan simbol-simbol maematika, terminologi dan
peristilahan, fakta-fakta, keterampilan dan prinsip-prinsip. Tingkatan aspek
pengetahuan ini selanjutnya disebut C1.
Contoh. (SD)
“Dengan cara bagaimana kita menunjukkan 6 dibagi 3 adalah 2?”
Jawab :
6 – 3 = 3 – 3=
0
Pembagian adalah
pengurangan yang berulang. Bilangan pengurangnya ada 2.
2.
Pemahaman (comprehension)
“Aspek pemahaman adalah tingkatan yang paling
rendah dalam aspek kognisi yang berhubungan dengan penguasaan atau mengerti
tentang sesuatu” (Suherman, dkk., 2001).
Dalam tingkatan ini siswa diharapkan mampu memahami ide-ide matematika bila
mereka dapat menggunakan beberapa kaidah yang relevan tanpa perlu menghubungkan
dengan ide-ide lain dengan segala implikasinya. Tingkatan aspek pemahaman ini
disebut C2.
Contoh. (SMP)
“Terdapat
sebuah segitiga siku-siku dengan panjang kedua sisinya adalah 3 cm dan 4 cm.
Berapakah sisi yang ketiga?”
Jawab.
Pertanyaan
ini terbuka, jawabannya mungkin 5 cm atau
3.
Aplikasi (aplication)
“Penerapan adalah kemampuan kognisi yang
mengharapkan siswa mampu mendemonstrasikan pemahaman mereka berkenaan dengan
sebuah abstraksi matematika melalui penggunaannya secara tepat ketika mereka
diminta untuk itu” (Suherman, dkk., 2001).
Untuk menunjukkan kemampuan tersebut, seorang siswa harus dapat memilih dan
menggunakan apa yang mereka telah miliki secara tepat sesuai dengan situasi
yang ada dihadapannya. Tingkatan aspek aplikasi ini disebut C3.
.Contoh. (SD).
“Manakah
yang lebih luas, kebun yang berbentuk persegi panjang dengan panjang 314 m dan
12 m atau kolam renang yang berbentuk lingkaran dengan jari-jari lingkarannya
12 m?’
Jawab.
Luas
persegi panjang di atas yaitu 3768 cm2 sedangkan luas lingkarannya
yaitu 452,6 cm2. Jadi lebih luah persegi panjang.
4.
Analisis (analysis)
“Analisis adalah adalah kemampuan untuk memilah
sebuh struktur informasi ke dalam komponen-komponennya sedeikian sehingga
hierarki dan keterkaitan antar idea dalam informasi tersebut menjadi tampak
jelas” (Suherman, dkk., 2001).
Menurut Bloom (Suherman, 2001) bahwa terdapat tiga jenis analisis, yaitu
analisis elemen atau bagian, analisis hubungan dan analisis prinsip-prinsip
pengorganisasian. Bila pemahaman (C2 menekankan pada penguasaan atau pengertian
aka n arti materi-materi matematika, sementara itu penerapan (C3) lebih
menekankan pada penguasaan dan pemanfaatn informasi-informasi yang sesuai,
berkaitan, dan bermanfaat. Analisis (C4) berkaitan dengan pemilahan materi ke
dalam bagian-bagian, menemukan hubungan antar bagian, dan mengamati
pengorganisasian bagian-bagian.
Contoh. (SMP)
“Mengapa
setiap persegi adalah persegi panjang”
Jawab.
Soal
ini terbuka, jawabannya bisa dengan kata-kata atau bisa dengan pembuktian lain.
Karena
persegi adalah persegi panjang dengan panjang dan lebar yang sama.
5.
Sintesis (synthesis)
“Sintesis adalah kemampuan untuk
mengkombinasikan elemen-elemen untuk membentuk sebuah struktur yang unik atau
system” (Suherman, dkk., 2001).
Dalam matematika, sintesis melibatkan pengkombinasian dan pengorganisasian
konsep-konsep dan prinsip-prinsip matematika untuk mengkreasikannya menjadi
struktur matematika yang lain dan berbeda dari sebelumnya. Salah satu contohnya
adalah memformulasikan teorema-teorema matematika dan mengembangkan
struktur-struktur matematika. Tingkatan aspek sintesis selanjtunya disebut C5.
Contoh.
(SMA)
“Buktikan bahwa jumlah n buah bilangan asli ganjil berurutan sama
dengan n2?”
Jawab.
Jmlah n suku pertama adalah:
1 + 3 + 5 + … + (2n - 1) = n x n
Untuk n = 1, persamaan di atas menjadi 1 = 1 x 1. Ini benar.
Kemudian, andaikan persamaan itu benar untuk n = k, maka :
1 + 3 + 5 + … + (2k - 1) = k x k.
Kita tambahkan 2 (k + 1) - 1 kepada kedua ruas persamaan
terakhir. Maka diperoleh:
1 + 3 + 5 … + (2k - 1) + 2 (k+1) – 1 = k x
k + 2 (k+1) – 1
= k2 + 2k + 1
= (k + 1) (k + 1)
Bentuk 1 + 3 + 5 .… + (2k - 1) + 2 (k+1) – 1 = (k + 1)
(k + 1) tidak lain dari bentuk persamaan pertama untuk n = k + 1.
Karena persamaan pertama itu benar untuk
n = 1, n = k, n= k + 1, maka persamaan itu
benar untuk semua n bilangan asli.
6.
Evaluation (evaluation)
“Evaluasi adalah kegiatan membuat penilaian
(judgment) berkenaan dengan nilai sebuah idea, kreasi, cara atau metode” (Suherman, dkk., 2001). Evaluasi adalah tipe
yang tertinggi diantara ranah-ranah kognitif yang lain, karena ia melibatkan
ranah-ranah lain, dari mulai pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis,
hingga sintesis. Evaluasi dapat memandu seseoang untuk mendapatkan pengetahuan
baru, pemahaman yang lebih baik, penerapan baru, dan ca.,ra baru yang unik
dalam analisis atau sintesis misalnya. Bloom (Ruseffendi, 2006) menyatakan
bahwa ‘kegiatan evaluasi terbagi menjadi
dua tipe yaitu penilain pada bukti atau struktur inernal, seperti akurasi,
logika, dan konsistensi dan penilaian pada bukti atau struktur eksternal,
seperti teorema-teorema maematika dan sistemnya.’
Contoh.
(SMA)
“Buktikan bahwa jumlah dua buah bilangan ganjil adalah bilangan
genap?”
Jawab.
Andaikan m dan n adalah sembarang dua bilangan
bulat, maka 2m+1 dan 2n+1 tentunya masing-masing merupakan bilangan ganjil.
Jika kita jumlahka:
(2m+1)+(2n+1) = 2(m+n+1)
Karena m dan n bilangan bulat, maka (m+n+1)
bilangan bulat, sehingga 2(m+n+1) adalah bilangan genap. Jadi jumlah dua buah
bilangan ganjil selalu genap.
Sumber:
Ruseffendi, ET. (2006). Pengatar Kepada membantu Guru Mengembangkan
Kompetensinya dalam. Pengajaran Matematika untuk meningkatkan CBSA.
Bandung: Penerbit Tarsito Bandung
Suherman, Erman, dkk.. (2001).Common
Text Book Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: JICA
Universitas Pendidikan Indones
0 Response to "jenjang taksonomi bloom "
Posting Komentar